pustakarumahc1nta.com

Akuntansi dalam Konteks Kearifan Lokal : Menyatukan Tradisi, Nilai, dan Praktik Sosial

Pengarang:

Uswatun Hasanah, S.Pd., M.Si.
Octavia Lhaksmi Pramudyastuti, S.E., M.Acc., Ak., CA.

Harga: Rp288.000

Kubuku: Rp,-

Aksaramaya: Rp,

 

MyEdisi: Rp,-

Google Play: Rp,

ISBN:

Cetak, 2026

ISBN:  [PDF]

Versi Elektronik, 2026

Penerbit Pustaka Rumah C1nta

Deskripsi Fisik:

xii, 214 hlm.; 15,5×23 cm

Berat: 0,6 kg

PRC513

Ringkasan:

Akuntansi selama ini lebih banyak dipahami sebagai praktik teknis yang berfokus pada pencatatan angka, penyusunan laporan keuangan, dan kepatuhan terhadap standar formal. Pemahaman tersebut cenderung menempatkan akuntansi dalam kerangka organisasi modern, sekaligus membatasi pengakuan terhadap praktik-praktik pengelolaan nilai dan pertanggungjawaban yang tumbuh dalam kehidupan sosial dan tradisi masyarakat. Buku Akuntansi dalam Konteks Kearifan Lokal : Menyatukan Tradisi, Nilai, dan Praktik Sosial menawarkan perspektif alternatif dengan menempatkan akuntansi sebagai praktik sosial yang terkait erat dengan nilai, pengalaman, dan kehidupan sosial manusia. Melalui kajian atas berbagai praktik sosial—seperti pernikahan, kematian, musyawarah komunitas, dan pertukaran sosial—buku ini menunjukkan bahwa fungsi pencatatan, pengendalian, dan pertanggungjawaban juga hadir dalam simbol, ritus, narasi, dan relasi sosial yang hidup dalam budaya lokal. Buku ini tidak dimaksudkan untuk menegasikan sistem akuntansi formal, melainkan membuka ruang dialog antara praktik formal dan praktik lokal. Dengan pendekatan reflektif dan kontekstual, buku ini berupaya memperkaya pemahaman akuntansi sebagai praktik yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sarat nilai, makna, dan tanggung jawab sosial. Buku ini relevan bagi akademisi, praktisi dan pemangku kebijakan yang tertarik pada pengembangan pemikiran akuntansi yang inklusif dan kontekstual.

Bab 1 ~ “Hambatan terhadap perubahan sering muncul di institusi yang telah lama mapan dan masih bertumpu pada budaya kerja lama, sehingga adaptasi terhadap teknologi baru berjalan lambat” ~

Bab 2 ~ “Negara-negara dengan latar budaya yang relatif serupa pun dapat memiliki praktik akuntansi yang berbeda akibat dari perbedaan sejarah institusional dan kebijakan nasional” ~

Bab 3 ~ “Indigenous accounting tumbuh dari praktik sehari-hari masyarakat adat—baik dalam pengelolaan tanah, sumber daya alam, ritual, maupun relasi sosial—yang secara implisit mengandung mekanisme pengukuran, pengendalian, dan pertanggungjawaban. Sistem akuntansi adat mampu bertahan di tengah dominasi akuntansi formal karena memiliki legitimasi sosial yang kuat dalam komunitasnya” ~

Bab 4 ~ “Kajian mengenai legitimasi IFRS menunjukkan bahwa mekanisme due process dapat dipengaruhi oleh dominasi kelompok tertentu dan ketimpangan representasi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang kepantasan standar tersebut sebagai rujukan yang diklaim bersifat global” ~

Bab 5 ~ “Peristiwa kematian dapat digunakan untuk membaca bagaimana akuntansi bekerja dalam kehidupan sosial. Prosedur administratif dan aturan formal berjalan berdampingan dengan norma, solidaritas, dan amanah. Akuntansi tidak hanya berfungsi untuk mencatat dan mengendalikan, tetapi juga membentuk cara masyarakat menilai keadilan, kepatutan, dan tanggung jawab ketika menghadapi kematian” ~

Bab 6 ~ “Pengalaman masyarakat dan komunitas menunjukkan bahwa pertanggungjawaban tidak selalu diwujudkan melalui laporan formal. Akuntansi juga dijalankan melalui kepercayaan, kesepakatan sosial, ritus, simbol, dan narasi yang hidup dalam ingatan kolektif. Bentuk praktik tersebut beragam, tetapi memiliki fungsi yang sejalan, yakni menjaga keteraturan, memastikan kewajiban dijalankan, dan memelihara akuntabilitas. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa akuntansi berfungsi sebagai bahasa pertanggungjawaban, bukan sekadar alat perhitungan” ~

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Akuntansi dalam Konteks Kearifan Lokal : Menyatukan Tradisi, Nilai, dan Praktik Sosial”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 2 =