pustakarumahc1nta.com

Evo & Lusi : Catatan Manis dari Estetika Perjuangan

Tegar Satya Prahara

Harga : Rp88.000,-

Kubuku : Rp,-

Aksaramaya : Rp,-

Henbuk : Rp,-

MyEdisi : Rp,-

Google Play : Rp,-

ISBN:

Cetak, 2022

ISBN:

Versi Elektronik, 2022

Penerbit Pustaka Rumah C1nta

Deskripsi Fisik : 14,8x21cm

Berat : 0,1 kg

 

 

Novel ini bercerita tentang Evo Dawkins (Evo) seorang mahasiswa fakultas bahasa sekaligus fungsionaris organisasi kemahasiswaan bidang lingkungan hidup dari Universitas Negeri Durnois (UNDUR) di Kota Durnois, Negeri Ekuator Southeast Island (Negeri Eksotis) yang terobsesi terhadap pencarian identitas “manusia” nya. Suatu petunjuk yang menjadi landasan cara berpikir demikian berasal dari ketidaksengajaannya melihat primata berjenis owa yang merupakan primata dengan bentuk fisik mirip manusia di kebun binatang pada saat ia SMA.
Sejak saat itu, Ia mulai merasa bahwa di jaman sekarang ini, manusia tak hanya terdiri dari satu jenis saja. Bisa jadi, owa adalah kerabat manusia, atau dengan kata lain, owa adalah manusia namun dengan penampilan dan kemampuan yang berbeda layaknya manusia berkebutuhan khusus yang ada di dunia ini. Dengan anggapan bahwa owa dekat dengan manusia, membuat Evo memiliki rasa iba yang tinggi kepada owa. Hal ini karena ternyata masih banyak owa yang diburu, disiksa bahkan dibunuh hingga status populasinya hampir punah.
Di suatu waktu, terjadi kebakaran hutan di Island of Kuasi Nirvana (IKN), salah satu wilayah lain di Negeri Eksotis. Hutan tersebut menjadi habitat owa terbesar di negeri itu. Kebakaran hutan disebabkan karena adanya deforestasi. Akibat dari kebakaran tersebut, pemukiman warga sekitar hancur dan tentunya sebagian besar habitat owa rusak. Dengan rasa iba yang tinggi kepada owa, Evo berupaya pergi ke IKN untuk melihat sendiri kondisi pasca kebakaran hutan.
Setelah berhasil ke IKN, beberapa waktu di sana, Evo justru mendengar kabar bahwa akan terjadi deforestasi untuk yang kedua, yang dilakukan oleh kongkalikong oknum pejabat pengawas lingkungan dan oligarki. Tentu Evo berupaya mencoba menghentikan pelaksanaan deforestasi tersebut, entah bagaimanapun caranya. Hal lain yang terjadi pada Evo yakni, saat di IKN, Ia bertemu dengan Lusi Kalawat (Lusi) seorang perempuan evolusionis yang cantik dan cerdas yang mampu memberikan sudut pandang sains tentang kekerabatan manusia dan primata (dalam hal ini adalah owa) melalui teori evolusi.
Lantas, bagaimanakah perjuangan Evo menggagalkan deforestasi melawan oknum pejabat pengawas lingkungan dan oligarki? Dan, apakah Evo berhasil menemukan jawaban kekerabatan owa dan manusia?

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Evo & Lusi : Catatan Manis dari Estetika Perjuangan”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 12 =