pustakarumahc1nta.com

Pola Asuh Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita

Pengarang :

Suparmi, S.Pd., S.Tr.Keb., M.Kes.
Sri Rahayu, S.Kep.Ns., S.Tr.Keb., M.Kes.
Rafika Fajrin, S.Pd., M.Pd.

Editor:
Desta Marsahusna Wanggy, S.Tr.Keb.

Harga : Rp188.000,-

Kubuku : Rp,-

Aksaramaya : Rp,-

Henbuk : Rp,-

MyEdisi : Rp,-

Google Play : Rp,-

ISBN:

Cetak, 2022

eISBN:

Versi Elektronik, 2022

Penerbit Pustaka Rumah C1nta

Deskripsi Fisik: 15,5 x 23 cm

Berat :

 

Stunting merupakan salah satu permasalahan status gizi pada balita yang digambarkan sebagai bentuk kegagalan pertumbuhan akibat gizi buruk dan kesehatan selama periode prenatal dan postnatal. Stunting merupakan gagalnya proses adaptasi psikososial pada fisiologis pertumbuhan diakibatkan penyebab utamanya yaitu asupan gizi yang tidak adekuat terutama asupan mineral (kalsium, posfor, magnesium, stanum, zinc, zat besi), vitamin A dan protein serta respon terhadap infeksi berulang dan terus menerus.
Stunting dapat mengganggu perkembangan anak dari tahap awal konsepsi sampai tahun keempat kehidupan sebagai penentu penting pertumbuhan anak dan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasannya. Anak yang mengalami stunting memiliki risiko 9 kali lebih besar memiliki nilai IQ di bawah rata-rata bila dibandingkan dengan anak yang tidak mengalami stunting. Stunting akan menjadi faktor risiko meningkatnya angka kematian, kemampuan kognitif, dan rendahnya perkembangan motorik serta ketidakseimbangan fungsi-fungsi tubuh. Stunting juga berhubungan dengan meningkatnya risiko penurunan kemampuan intelektual, produktivitas dan peningkatan risiko penyakit degeneratif di masa yang akan datang. Anak dengan stunting akan cenderung lebih rentan terhadap penyakit infeksi, sehingga memperbesar risiko mengalami penurunan kualitas belajar.

Faktor pola asuh yang tidak baik dalam keluarga merupakan salah satu penyebab timbulnya permasalahan gizi. Pola asuh meliputi kemampuan keluarga untuk menyediakan waktu, perhatian dan dukungan dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental dan sosial dari anak yang sedang tumbuh dalam keluarga. Pola asuh terhadap anak dimanifestasikan dalam beberapa hal berupa pemberian ASI dan makanan pendamping, rangsangan psikososial, praktik kebersihan atau hygiene dan sanitasi lingkungan, perawatan anak dalam keadaan sakit berupa praktik kesehatan di rumah dan pola pencarian pelayanan kesehatan. Kebiasaan yang ada di dalam keluarga berupa praktik pemberian makan, rangsangan psikososial, praktik kebersihan atau hygiene, sanitasi lingkungan, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting anak usia 24–59 bulan.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Pola Asuh Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + 8 =